Tampilkan postingan dengan label purwokerto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label purwokerto. Tampilkan semua postingan

1 Mei 2016

Belajar Nyeduh Kopi lewat Brewing and Blogging bareng Praketa Kopi Purwokerto

Aku bukan pecinta kopi. Aku penikmat kopi.
Bukan kopi tubruk, melainkan kopi instan. Yang untuk menikmatinya cuma butuh 4 tahapan saja yang aku sebut Tahap 4S : sobek bungkusnya, seduh isinya, sesap kopinya, sedaaap rasanya.
Tanpa keribetan proses seduh-menyeduh pakai alat yang baru aku tahu ternyata nama beken metode-nya "Manual Brewing".

Darimana aku tahu nama asing semacam Manual Brewing itu? Nahh begini, ada salah satu warung kopi Purwokerto yang berjasa mengenalkan aku dengan seluk-beluk kopi, alat-alat yang dipergunakan, dan metode penyeduhan yang salah satunya bernama Manual Brewing.

Yuk mari disimak...

22 Des 2015

[UPDATE] Resto Merah Putih Steak and Pancake


Pic belongs to @mbaniita via Instagram

Ada yang baru dari Resto Merah Putih Steak and Pancake (selanjutnya aku singkat jadi MP Pavilion). Kalau kalian perhatiin, aku juga udah pernah posting tentang MP di sini yha yha...


19 Des 2015

Teruntuk Teman Baik yang Kenangannya Sepekat Kopi




Saluton! Hari ini spesial nge-blog untuk special issueTeman Ajaib”.
Kenapa kopi? Karena seperti kopi, yang setiap sesapnya menimbulkan nikmat. Pahit dan manis dalam waktu yang sama. Life at best is bittersweet. Sounds right, heh? Begitupun hal yang sama dalam pertemanan.

Edisi ini hadir sebagai edisi kangen temen dan untuk memeriahkan postingan dari blog nya Riza tentang teman spesial dan aku memilih menuliskan beberapa teman masa SMA. Iya, jaman masih bisa alay tanpa harus malu karena alasan masih dalam proses pencarian jati diri. Ahem! Seperti sabda dari seseorang, “Alay adalah proses menuju pendewasaan”. Entah yang bikin quote ini emang rada geser otaknya or else *nyemil Froyo*. 

Demi apapun, gak tahu demi apa aku rela berhari-hari nulis dan stalking foto-foto kalian tanpa ijin (sumpah aku kayak kurang gawean banget). Hahaha... tapi kayak puas banget habis nulis ini. Maunya tulisan ini gak ada tamatnya tapi yha tapi aku kan sibuk dan femes gitu, nanti waktu buat fans-fans aku yang fanatik kapan dong ? *disambar buldozer* 

Peringatan : Postingan ini panjang banget loh. Sengaja aku gak bagi-bagi jadi beberapa part. Biar kalian baca semua sampai habis. Hahaha... biar kalian akui kalo aku pandai memanjang-manjangkan sesuatu (eh?).

16 Jun 2015

Ichi Ramen Purwokerto


Siang-siang pengin makan yang panas-panas jadilah aku meluncur ke Ichi Ramen. Udah dari lama pengin kesitu tapi baru sempat. Tempatnya ada di Jl. H.R Bunyamin Kompleks Golf Wijayakusuma / DKT. Waktu aku sampai di sana, tempatnya sepi serasa milik sendiri. Hanya ada aku dan temanku. Sebelumnya ada satu keluarga tapi gak berapa lama mereka pergi. Mungkin kalau pagi tempat ini ramai diisi oleh para pemain golf yang baru usai latihan. Atu mungkin juga kalau malam baru ramai pengunjung.


28 Mar 2015

Resto Merah Putih Steak and Pancake Purwokerto



Bagi para pecinta steak di Purwokerto, resto yang satu ini bisa kalian masukkan ke daftar pilihan wisata kuliner. Ruangan yang nyaman, harga terjangkau, serta pilihan menu yang variatif adalah alasan kenapa aku membuat ulasannya kali ini.


29 Okt 2014

#KentjanPurwokerto UNSOED FAIR 2014




Ketika matahari sedang bersemangat bersua dengan tanah Purwokerto, saya dan Vaya Muthia malah nekat janjian untuk menonton pameran di UNSOED Fair 2014.

Sampai di sana, kami pikir pamerannya akan penuh dengan stand buku-buku. 
(Aduh, ketahuan ya kalau kami ini book geek ^^).

Kami masuk dari pintu belakang karena lebih dekat dari tempat parkir.
Sebelumnya sempat ketemu 'makjegagig' dengan Yoshi yang udah lama banget sekian puluh tahun gak berjumpa.

#KentjanPurwokerto D'Best Cafe




pic : D'Best Cafe Purwokerto


"Nafsu adalah sumber kesedihan", kata Budha.

"Sedangkan nafsu makan berlebihan adalah sumber kegemukan", sabda Sandya.

Kembali kencan sembari merayakan ultah-nya Vaya. She's been twenty something.

Kata orang, kami awet muda.
Tapi kami menolak sebutan itu karena kami tidak mau serupa dengan anjing kampung yang dari bayi sampai mati ya begitu-gitu saja. 
Waktu tidak pernah sekalipun menyentuh tubuh dan wajah innocent kami. Hahahahahahaha... *keselek biji salak*.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...