23 Mar 2012

10 Facts About Sandyaljepit

Malam malam iseng aja nulis posting kayak gini. Itung-itung buat meredakan rasa bersalah sama blog. Oke, lanjut.

10 Facts about Sandya :


1. Phlegmatis/Melankolis. Super duper murni. Sila tanyakan ke mbah Google apa definisi ini.




Review 2011 Sandyaljepit

Usia saya tahun ini akan genap dua puluh tahun. Biasalah, syndrome gak ingin cepat kepala dua mulai berdatangan. Ibaratnya kayak perempuan yang gak ingin cepat menopause. Kalian begitu gak?(pertanyaan ini ditujukan buat yang udah 20 th ke atas. Hihi..)

Postingan ini seharusnya diposting pada tahun 2011, tapi karena baru sempat update jadi beginilah. Mohon dimaklumi. Saya senang karena pada akhirnya impian saya untuk menjadi penulis, sedikit demi sedikit mulai menunjukkan jalannya. Alhamdulillah.



11 Nov 2011

The Road not Taken

Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan
Dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya
Dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
Dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
Ke mana kelokannya mengarah di balik semak belukar,



23 Jul 2011

Ayah Bukan Cuma Simbol

Seorang teman baru saja mengungkapkan perasaan kepada ayahnya lewat twitter. Begini katanya,


“Kenapa harus ada yang namanya ayah di dunia ini -_-“


Lalu saya yang kebetulan sempat membaca twitnya barusan, meng-RT (membalas twit sekaligus membagikan ke followers) dengan menambahkan komentar, “supaya ada yang namanya anak, jeng.”



Deal with The Past and The Future


Wanita dilihat dari masa lalunya. Lelaki dilihat dari masa depannya.



Ketika membaca kutipan itu, apakah Anda setuju ?

Kalau saya sih, jujur aja gak. Kenapa? 

yaa..gampang aja. Kutipan itu menurut saya bernuansa diskriminasi dan horroor..Hihi.



Saya mendapatkan kata-kata itu dari status teman saya di twitter. Ketika itu, yang me-retweet statusnya cukup banyak sehingga lumayanlah kalau saya jadikan bahan renungan di blog.




13 Jun 2011

Pria Senja Penggagas Rindu


           Aku mempertanyakan hidup sebagai bagian dari daftar panjang ketidaktahuanku. Aku mempertanyakan takdir sebagai upaya atas pembelaan terhadap kehidupanku. Dan aku mempertanyakan cinta sebagai sebuah romansa kehidupanku.
            Aku CINTA. Bukan menye-menye. Bukan cinta yang ditulis oleh ahlli per-twitter-an dengan imbuhan hashtag #gombalvulkanik atau #gombalmukiyo. Bukan juga cinta alayers yang mengebu-gebu, norak, kemudian perlahan memudar. Dilanda jemu yang merangkai bosan.
            Aku CINTA. Cuma itu! Apa butuh alasan? Tidak perlu! Ini impulsif. Spontan namun dalam.
            Akh, apa harus kuulang lagi kata-kata ”AKU JATUH CINTA”. Oh, aku menerawang. Cinta tidak punya definisi saklek seperti istilah-istilah asing dalam ilmu Biologi atau Ekonomi. Hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang memiliki hati dan rasa saling merapat bersama menuju harmoni.
            Aku lalu mengulanginya perlahan. Aku jatuh cinta...


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...